Nazwa Aryanti dan cita citanya

 paragraf 1 : masa lalu TK-SMP

 pada saat aku kecil, aku sering ditanya tentang cita-citaku. Saat aku masih TK, aku belum benar-benar mengerti tentang apa itu cita-cita, sehingga aku sering menjawab asal asalan. Waktu itu aku menjawab cita-citaku ingin menjadi guru karena aku melihat guruku yang sedang mengajar ku terlihat begitu sabar dan rajin mengajar murid-muridnya. Setiap hari beliau datang dengan penuh semangat meskipun muridnya ramai dan kadang sulit di atur, wajarlah ya namanya juga anak TK. Aku sangat terinspirasi, beliau pernah mengatakan bahwa belajar adalah kunci masa depan.


lalu pada saat aku SD, cita-citaku sempat berubah.
aku mulai senang membantu ibu memasak di dapur, melihat bagaimana beliau memasak untuk keluarga dengan rasa penuh kasih sayang. Aku pun terinspirasi ingin menjadi chef. Bagiku, chef adalah pekerjaan yang kreatif, karena ia dapat mengolah bahan bahan yang sederhana menjadi masakan yang lebih enak dan istimewa. Aku sering memikirkan bagaimana suatu hari nanti aku memasak di dapur yang besar,  memakai seragam koki, dan menyajikan hidangan untuk banyak orang.





pada saat SMP, aku mulai tidak memikirkan cita-cita ku. Aku menyadari bahwa pekerjaan apapun bisa bermanfaat jika dilakukan dengan sepenuh hati.
Aku ingin menjadi seseorang yang tidak hanya sukses untuk diri sendiri, tetapi juga membawa kebaikan untuk banyak orang.





paragraf 2: Masa kini

   Saat ini aku berusaha menjalani hari-hari dengan sebaik mungkin. Sebagai seorang pelajar, tugasku tentu adalah belajar dan menimba ilmu sebanyak-banyaknya. Aku berusaha memperhatikan pelajaran di sekolah, mengerjakan tugas tepat waktu, serta menghargai guru dan teman-temanku. Selain belajar, aku juga meluangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang kusukai, seperti mendengarkan musik, menonton film,  atau membantu orang tua di rumah. Dengan cara itu, aku merasa lebih seimbang antara kewajiban dan kesenangan pribadi. Aku juga senang berolahraga ringan, karena menjaga kesehatan tubuh sama pentingnya dengan belajar. Di masa kini, aku tidak ingin hanya terpaku pada cita-cita di masa depan, melainkan menikmati proses belajar dan pengalaman sehari-hari.
















Komentar

Postingan populer dari blog ini

tentang kami

MINDMAP MEGATHRUST

Nazwa dan cita"nya